Cara Memilih Reksa Dana Terbaik

Reksa Dana Pasar Uang: Apakah Memberikan Imbal Hasil Lebih Tinggi Daripada Deposito?
August 21, 2019
Keunggulan Reksa Dana
September 4, 2019
Show all

Cara Memilih Reksa Dana Terbaik

Investasi menjadi cara yang bisa Anda pakai untuk memupuk kekayaan. Namun dengan perhitungan yang kurang matang, bukan penambahan kekayaan yang didapatkan, namun kerugian. Oleh karena itu memilih portofolio investasi yang baik, dengan potensi imbal hasil tinggi menjadi wajib hukumnya. Termasuk saat Anda memutuskan untuk investasi Reksa Dana.

Seperti jenis investasi yang lain, investasi Reksa Dana juga mengandung risiko kerugian yang harus Anda tanggung. Dengan adanya risiko itu, maka potensi imbal hasil yang didapatkan bisa jadi tidak akan sesuai ekspektasi awal. Oleh karena itu jangan hanya memikirkan potensi keuntungan saja, tapi Anda juga harus memperhitungkan potensi kerugian yang bisa terjadi.

Foto: Shutterstock

Inilah tips memilih investasi Reksa Dana

  1. Tentukan Tujuan Investasi Reksa Dana

Sebelum memulai berinvestasi, tentu saja yang harus Anda putuskan pertama kali adalah tujuan dari investasi yang ingin Anda capai. Apakah dengan berinvestasi Reksa Dana Anda ingin membeli rumah, membeli mobil, biaya pendidikan, atau untuk uang pensiun. Tujuan investasi ini penting untuk mengetahui seberapa lamakah waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan.

Contohnya jika tujuan investasi Anda adalah memiliki dana pensiun untuk 10 hingga 20 tahun mendatang, maka Reksa Dana Saham bisa menjadi pilihan tepat karena dalam jangka panjang pertumbuhannya terbukti cukup baik. Namun, jika Anda butuh biaya sekolah anak yang akan dibutuhkan dalam satu tahun mendatang, maka Reksa Dana Pasar Uang bisa menjadi pilihan yang bijak karena memiliki risiko yang rendah namun masih memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dibanding tabungan atau deposito.

2. Pilih Sesuai Dengan Profil Risiko

Sebelum Anda memutuskan produk investasi Reksa Dana yang akan Anda beli, jangan lupa untuk mengetahui seberapa kuat Anda menanggung risiko. Inilah 3 tipe investor Reksa Dana yang perlu Anda tahu:

  • Investor agresif

Investor agresif ini adalah risk taker yang senang dengan risiko. Mereka adalah orang dengan keyakinan, semakin tinggi resiko maka keuntungan yang akan diperoleh akan semakin besar. Mereka biasanya ingin mendapatkan keuntungan dengan waktu yang cepat.

  • Investor moderat

Investor jenis ini memiliki memiliki profil risiko netral (risk neutral) sehingga mampu bersikap moderat atas resiko. Mereka tidak mau mengambil resiko yang terlalu besar tetapi tidak terlalu takut dengan resiko. Investor pada kategori ini cenderung memilih produk investasi yang dapat mengembangkan uangnya dengan keuntungan dengan waktu medium (1-3 tahun).

  • Investor konservatif

Investor konservatif adalah risk averter yang cenderung berhati-hati atau konservatif terhadap resiko. Jenis investor ini senang berinvestasi pada produk yang memiliki jaminan meyakinkan bukan produk yang penuh dengan ketidakpastian. Biasanya Investor ini ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu Panjang.

Foto: Shutterstock

3. Pelajari Kinerja Reksa Dana

Besar kecilnya tingkat keuntungan yang dihasilkan oleh suatu produk Reksa Dana pada masa lampau atau historikalnya menjadi indikator yang sering digunakan investor untuk menilai kinerja Reksa Dana. Untuk mengukurnya, selain dibandingkan dengan produk yang sama juga dibandingkan dengan tolok ukur (benchmark) sebagai pembanding dalam periode jangka panjang. Hal itu untuk menentukan apakah produk Reksa Dana itu konsisten berkinerja lebih baik dibandingkan benchmark-nya. Salah satu benchmark adalah pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sebagai contoh, apabila return suatu produk Reksa Dana dalam lima tahun terakhir sebesar 80 persen, sementara return IHSG sebesar 50 persen, maka dapat dikatakan produk Reksa Dana tersebut lebih baik dibandingkan kinerja IHSG (outperform). Namun perlu juga diiingat bahwa kinerja investasi di masa lalu tidak bisa dijadikan acuan pasti kinerjanya di masa depan.

Foto: Shutterstock

4. Perhatikan Portofolio Saham yang Dimiliki

Reksa Dana baik tentu saja harus memiliki isi portofolio dengan likuiditas yang tinggi sehingga dapat menjaga kewajaran Nilai Aktiva Bersih (NAB). Untuk saham, investor dapat melihat apakah saham yang dimiliki Reksa Dana termasuk dalam kategori LQ-45, sedangkan kualitas obligasi dapat dilihat dari ratingnya. Dengan kualitas portofolio yang tinggi, para Manajer Investasi akan lebih mudah dalam menjual portofolio apabila terjadi penarikan/redemption.

5. Pilih Manajer Investasi yang Patuh

Selain patuh pada peraturan, Manajer Investasi yang baik juga harus patuh dalam memilih komposisi investasi yang sesuai kebijakan investasi yang ditetapkan dalam prospektus dan peraturan OJK yang berlaku.

6. Pilih Sesuai Kenyamanan

Perlu diperhatikan bahwa semua faktor-faktor yang disebutkan di atas merupakan aspek-aspek kuantitatif. Keyakinan investor dalam berinvestasi tentunya akan meningkat jika didukung dengan data-data kuantitatif yang memadai. Namun perlu diperhatikan, selain berinvestasi dengan penuh keyakinan, ada baiknya pula jika investor dapat berinvestasi dengan penuh kenyamanan.

Kenyamanan dalam berinvestasi tercipta bila investor dapat memberikan kepercayaan kepada Manajer Investasi yang mengelola dananya. Hubungan kepercayaan ini dapat dipupuk melalui komunikasi yang lebih intensif dalam bentuk investor gathering, program edukasi maupun pemberian update secara berkala kepada investor. Selamat berinvestasi, Sobat Reksa Dana!

Foto: OJK

Sumber : https://review.bukalapak.com/finance/cara-lengkap-memilih-Reksa Dana-terbaik-dengan-keuntungan-tinggi-101860

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *