Diversifikasi Investasi Punya Dampak Negatif?

jangan-tertukar-ini-dia-perbedaan-investasi-tabungan-dan-simpanan
Jangan Tertukar, Ini Dia Perbedaan Investasi, Tabungan dan Simpanan
October 28, 2022
jangan-salah-paham-inilah-mitos-seputar-investasi-dan-faktanya
Jangan Salah Paham, Inilah Mitos Seputar Investasi dan Faktanya.
November 9, 2022
Show all

Diversifikasi Investasi Punya Dampak Negatif?

diversifikasi-investasi-punya-dampak-negatif

Warren Edward Buffett, seorang pengusaha Amerika Serikat yang telah diakui sebagai investor paling sukses di dunia dengan julukan bapak saham dunia memiliki quotes yang sangat terkenal, yakni “Don’t Put All Your Eggs in One Basket” atau menaruh semua telur di dalam satu wadah saja. Dalam investasi istilah tersebut mengandung makna “Jangan alokasikan seluruh aset Anda pada satu instrumen investasi”, istilah itulah yang dimaksud dengan ‘diversifikasi’.

Diversifikasi investasi merupakan strategi investasi yang banyak disarankan oleh pakar investasi yang tujuan utamanya adalah membagi risiko investasi. Diversifikasi dinilai menjadi senjata ampuh untuk meminimalisir risiko sekaligus untuk memaksimalkan keuntungan.

Manfaat Diversifikasi Investasi

Mengurangi Risiko

Manfaat utama diversifikasi investasi adalah untuk mengurangi risiko ketika melakukan investasi. Dengan membagi investasi ke berbagai tempat maka secara otomatis risikonya juga terbagi.

Misalnya, jika Anda membagi investasi pada saham, Reksa Dana pasar uang dan obligasi. Ketika saham sedang menurun profitnya atau mengalami kerugian, maka investasi Anda tidak 100% mengalami kerugian. Karena bisa jadi dalam waktu yang sama, Reksa Dana pasar uang dan obligasi yang sedang meningkat profitnya.

Yang perlu dicatat, diversifikasi investasi bukan untuk menghilangkan risiko sepenuhnya. Namun hanya untuk meminimalisir risiko yang mungkin akan terjadi. Diversifikasi investasi juga lebih maksimal jika dilakukan dalam waktu yang panjang. Artinya mempertahankan portofolio dalam waktu yang cukup lama berguna untuk mengurangi risiko yang signifikan.

Memaksimalkan Keuntungan

Selain untuk meminimalisir risiko, diversifikasi investasi juga bermanfaat untuk memaksimalkan keuntungan yang bisa didapatkan pada investasi. Kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi bisa didapatkan ketika Anda melakukan diversifikasi investasi atau menempatkan investasi ke berbagai jenis investasi. Hal ini disebabkan investasi di jenis aset yang berbeda lebih memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Kekurangan Diversifikasi Investasi

Meskipun memiliki banyak manfaat, ternyata diversifikasi investasi juga memiliki kekurangan jika dilakukan berlebihan.

Membatasi Pertumbuhan

Selain bermanfaat ternyata diversifikasi juga memiliki dampak yang kurang bagus untuk investor yaitu dapat membatasi peluang seorang investor untuk tumbuh. Dengan melakukan diversifikasi artinya investor menghindari investasi dengan risiko yang besar.

Sedangkan sesuai dengan hukum investasi dimana risiko besar akan dibarengi dengan potensi keuntungan yang lebih besar pula. Diversifikasi juga dianggap sebagai strategi investasi yang konservatif karena membatasi potensi keuntungan.

Membutuhkan Lebih Banyak Effort

Dengan membagi portofolio investasi ke berbagai jenis dan tempat maka pengelolaan investasinya juga lebih rumit dibandingkan hanya menempatkan investasi pada satu tempat. Misalnya, Anda memiliki dana investasi 100 juta, pastinya akan lebih mudah jika semua uang tersebut diinvestasikan pada satu aset atau satu instrumen investasi saja.

Namun, dengan membaginya ke dalam 5 instrumen yang berbeda, tentu akan lebih merepotkan. Seorang investor perlu memantau dan menganalisis lebih dari satu investasi untuk memastikan masing-masing instrumen investasi yang ada memiliki kinerja yang maksimal.

Perlukah Diversifikasi Investasi?

Yang harus diingat bahwa melakukan diversifikasi investasi merupakan strategi yang tujuan utamanya adalah mengurangi risiko saat berinvestasi. Artinya, mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya bukanlah fokus dari strategi investasi ini.

Selain itu, melakukan diversifikasi investasi juga harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat dan tidak berlebihan. Membagi investasi ke dalam banyak instrumen juga kurang bijak. Setidaknya bagi menjadi 2 atau 3 instrumen saja yang Anda yakini dapat memberikan keuntungan yang maksimal dan dapat menekan risiko yang terjadi.

Jika Anda termasuk investor pemula, yang belum mampu mengelola investasi secara mandiri, Anda bisa mencoba berinvestasi pada produk Reksa Dana. Reksa Dana merupakan produk investasi yang dikelola Manajer Investasi secara professional, yang menerapkan strategi diversifikasi. Portofolio efek yang menjadi aset dasar Reksa Dana terdiri dari kumpulan efek yang telah dipilih oleh Manajer investasi berdasarkan riset dan pertimbangan tertentu, dengan komposisi sesuai dengan jenis Reksa Dana masing-masing. Sehingga strategi diversifikasi yang diterapkan bukan hanya untuk meminimalisir risiko investasi yang mungkin terjadi, namun juga untuk meningkatkan potensi imbal hasil di kemudian hari. Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *