Ini Perbedaan Obligasi dan MTN yang Menjadi Aset Dasar Reksa Dana

5 Keunggulan Reksa Dana Syariah
June 28, 2018
Menyiapkan Rencana Pendidikan: Tabungan Pendidikan, Asuransi Pendidikan, atau Reksa Dana?
July 12, 2018
Show all

Ini Perbedaan Obligasi dan MTN yang Menjadi Aset Dasar Reksa Dana

Obligasi dan Medium Term Notes ( MTN) adalah jenis surat berharga berbasis hutang yang diperbolehkan menjadi aset dasar reksa dana. Berikut ini adalah hal yang membedakan Obligasi dengan MTN.

Waktu Jatuh Tempo

Sebagai surat berharga berbasis utang, baik Obligasi maupun MTN memiliki waktu jatuh tempo. Perbedaannya adalah jatuh tempo obligasi bervariasi antara 370 hari hingga 30 tahun. Sementara untuk MTN biasanya hanya berkisar antara 1 – 5 Tahun

Penerbit

Penerbit dari Obligasi umumnya bisa berupa pemerintah dan korporasi, sementara penerbit dari MTN hanya korporasi saja. Tidak tertutup kemungkinan perusahaan menerbitkan MTN dan Obligasi sekaligus.

Jaminan

Obligasi sesuai dengan informasi yang tercantum dalam prospektusnya, ada yang dijamin dengan aset secara spesifik, tanpa jaminan khusus (clean basis), dan tanpa jaminan sama sekali (obligasi subordinasi). Sementara untuk MTN, umumnya berbentuk clean basis.

Yang dimaksud dengan clean basis biasanya jaminannya bukan aset perusahaan yang telah dijadikan jaminan. Misalkan suatu perusahaan memiliki aset dalam bentuk gedung yang sudah dijaminkan ke bank, maka ketika terjadi gagal bayar, hasil penjualan dari gedung tersebut tidak dapat dibayarkan kepada pemegang obligasi atau MTN.

Metode Penawaran

Obligasi ditawarkan melalui mekanisme penawaran umum. Yang dimaksud dengan penawaran umum adalah penawaran menggunakan media massa atau ditawarkan kepada lebih dari 100 pihak dan telah terjual kepada lebih dari 50 pihak. Sementara MTN ditawarkan secara terbatas dan dimiliki maksimal 49 pihak.

Skema penawaran umum pada obligasi memiliki persyaratan yang lebih ketat dan proses yang lebih panjang bagi perusahaan dibandingkan penawaran MTN yang hanya ke pihak tertentu.

Rating / Peringkat Efek

Risiko terbesar dari surat hutang adalah risiko jika terjadi gagal bayar. Untuk memudahkan masyarakat dalam menilai risiko gagal bayar, salah satu indikator yang digunakan adalah rating atau peringkat yang diterbitkan oleh perusahaan pemeringkat efek seperti PT. PEFINDO atau PT. Fitch Rating Indonesia.

Standar rating adalah kategori Investment Grade (Layak Investasi) dari AAA, AA, A dan BBB dan Non Investment Grade (Tidak Layak Investasi) dari BB, B, CCC, CC, C dan Default.

Dalam banyak kasus, biasanya rating antara obligasi dan MTN adalah sama karena fokusnya bukan kepada berapa pihak perusahaan berhutang tetapi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Besaran Kupon Kupon adalah tingkat imbalan yang dibayarkan kepada pemegang surat utang.

Besaran kupon

Biasanya ditentukan oleh jangka waktu dan rating dari perusahaan.

Secara teori, semakin lama jangka waktu maka semakin besar kupon yang diberikan dan sebaliknya. Sebagai contoh, surat utang dengan jangka waktu 5 tahun biasanya akan memberikan kupon lebih besar dibandingkan surat utang dengan jangka waktu 2 tahun.

Untuk rating, biasanya semakin tinggi / baik rating perusahaan, maka semakin kecil kupon yang diberikan dan sebaliknya. Sebagai contoh, perusahaan dengan Rating AAA akan membayarkan kupon lebih kecil dibandingkan perusahaan dengan rating A.

Metode penawaran juga berpengaruh. Obligasi yang ditawarkan melalui skema penawaran umum memiliki persyaratan yang lebih ketat dan potensi jumlah pembeli yang lebih besar, untuk itu, kupon yang diberikan bisa saja lebih kecil dibandingkan MTN yang pemiliknya dibatasi hanya 49 pihak saja.

Minimum Investasi

Besaran nominal untuk minimum investasi amat bervariasi. Untuk obligasi pemerintah tipe Ritel seperti ORI dan Sukuk Ritel, minimum investasi bisa dimulai dari Rp 5 juta. Sementara untuk obligasi pemerintah seri FR (Fixed Rate), biasanya membutuhkan minimal Rp 1 M atau bahkan lebih besar. Hal yang sama juga berlaku untuk obligasi Korporasi.

Untuk MTN, karena pihak pembeli dibatasi hanya 49 pihak, maka minimum pembelian bisa dari Rp 5 M hingga puluhan M untuk mencapai target kuota yang ingin diterbitkan perusahaan.

Transaksi di Pasar Sekunder

Meskipun berbentuk surat hutang, baik obligasi maupun MTN dapat diperjual belikan sebelum jatuh tempo. Pada prakteknya, hanya obligasi pemerintah seri FR yang aktif diperdagangkan. Sementara untuk obligasi korporasi jarang. Untuk MTN lebih jarang lagi sehingga kebanyakan investor memegangnya hingga jatuh tempo.

Obligasi dan MTN dalam reksa dana

Obligasi dan MTN sering dijumpai pada reksa dana yang profilnya konservatif yaitu reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana terproteksi.

Kebijakan investasi dari kedua reksa dana sesuai dengan peraturan OJK adalah minimal 70 persen untuk reksa dana terproteksi dan minimal 80 persen untuk reksa dana pendapatan tetap harus diinvestasi pada surat berharga berbentuk hutang.

Jenis surat berharga yang dapat menjadi aset dasar reksa dana secara spesifik diatur dalam Pasal 5 Peraturan OJK Nomor 23 /POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Pada pasal 5 A dan 5 C, disebutkan Investasi Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif hanya dapat berupa:

5.a. Efek yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek di dalam maupun di luar negeri dan

5.c. Efek Bersifat Utang atau Efek Syariah berpendapatan tetap yang ditawarkan tidak melalui Penawaran Umum dan telah mendapat peringkat dari Perusahaan Pemeringkat Efek;

Berdasarkan Peraturan OJK di atas, Obligasi masuk dalam kategori sesuai pasal 5 A dan MTN masuk dalam kategori sesuai pasal 5 C.

Dari sisi likuiditas, reksa dana pendapatan tetap merupakan jenis reksa dana yang bisa dibeli dan dijual investornya kapan saja. Untuk itu, pilihannya lebih banyak jatuh pada instrumen obligasi yang likuiditasnya lebih baik alias lebih banyak ditransaksikan di pasar sekunder seperti obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Porsi MTN kalaupun ada, biasanya lebih sedikit.

penulis: Rudiyanto Zh
sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *