Investasi Reksa Dana Syariah, Apa Bedanya dengan Reksa Dana Konvensional?

3 Hal Berguna yang Bisa Kamu Lakukan Saat Menunggu Tanggal Wisuda
May 31, 2019
Ketentuan Terkait Komisaris Manajer Investasi
June 19, 2019
Show all

Investasi Reksa Dana Syariah, Apa Bedanya dengan Reksa Dana Konvensional?

Pernah memiliki keinginan untuk menanamkan modal di Reksa Dana namun ragu apakah keuntungan yang didapatkan termasuk halal atau tidak? Jika iya, ini bisa menjadi sebuah kabar membahagiakan untuk Anda. Saat ini, Anda bisa dengan mudah menanamkan modal pada Reksa Dana tanpa khawatir mengenai hal tersebut dengan Reksa Dana Syariah. Pada dasarnya, pola dalam Reksa Dana Syariah ini sama dengan Reksa Dana umum atau Konvensional. Akan tetapi, jika Reksa Dana Konvensional Manajer Investasi bisa dengan bebas menanamkan modal yang telah dihimpun oleh pemodal dimana saja, Manajer Investasi Reksa Dana Syariah memiliki filtrasi khusus dimana dana milik pemodal akan ditanamkan. Filtrasi tersebut dimaksudkan untuk menghindari adanya resiko penghasilan yang masuk dalam kategori tidak halal. Singkatnya, Reksa Dana Syariah dilakukan dengan mengacu pada prinsip-prinsip syariah.

Otoritas Jasa Keuangan saat ini telah melakukan pendataan dan mendaftar investasi-investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah. Daftar investasi-investasi syariah ini disebut dengan Daftar Efek Syariah atau biasa disingkat dengan sebutan DES. Manajer Investasi yang akan mengelola Reksa Dana berbasis syariah hanya dapat menanamkan modal pada saham-saham perusahaan yang terdapat dalam DES. OJK sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengawasi setiap kegiatan lembaga keuangan mengajukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan apabila menginginkan saham perusahaan tersebut dapat masuk kedalam DES. Persyaratan-persyaratan tersebut antara lain:
1. Kegiatan usaha oleh perusahaan yang didaftarkan tidak boleh berlawanan dengan prinsip-prinsip syariah yaitu memproduksi barang-barang non-halal seperti minuman beralkohol, rokok, perjudian dan lain-lain.
2. Nilai hutang yang dimiliki oleh perusahaan harus lebih kecil daripada aset yang dimiliki. Bisa dikatakan, jumlah hutang perusahaan tersebut tidak boleh melebihi 45%.
3. Pendapatan tidak halal oleh perusahaan harus lebih kecil dari pada aset yang dimiliki. OJK menetapkan, pendapatan tidak halal oleh perusahaan ini harus kurang dari 10% dibandingkan dengan pendapatan hasil usaha.
Apabila ketiga persyaratan itu tidak dapat dipenuhi, meskipun perusahaan memproduksi barang-barang halal, namun Manajer Investasi tidak akan melakukan investasi syariah pada perusahaan-perusahaan tersebut.

Selain hanya perusahaan dan produk-produk tertentu yang dipilih oleh Manajer Investasi untuk menanamkan modal Reksa Dana Syariah. Dalam proses selanjutnya, Manajer Investasi juga melakukan pembersihan keuntungan yang berasal dari pendapatan tidak halal atau riba (bunga). Bunga yang bisa muncul pada Reksa Dana Syariah ini bukanlah disengaja, melainkan diakibatkan oleh mengendapnya investasi dalam jangka panjang di Bank Kustodian apabila modal dari investor tidak segera ditransaksikan. Perlu diketahui, Manajer Investasi ini dalam proses penanaman modal tidak melakukan penanaman sendiri melainkan hanya memberikan instruksi pada Bank Kustodian untuk melakukan transaksi modal dari investor. Lalu, kemana hasil pembersihan riba ini dialihkan? Biasanya, hasil dari bunga milik investor akan dikumpulkan dan digunakan pada kegiatan amal sehingga akan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan dan sesuai dengan syariah.

Dalam prosesnya, Reksa Dana Syariah memiliki proteksi double. Tidak hanya mendapatkan proteksi dan kepastian dari OJK mengenai perusahaan-perusahaan dan produk yang telah terdaftar dalam DES. Setiap pengelolaan Reksa Dana Syariah juga wajib diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertugas untuk memastikan berjalanya pengelolaan Reksa Dana sesuai dan memenuhi prinsip-prinsip syariah. Dewan ini merupakan ahli pada hukum syariah dan pasar modal. DPS ini lah yang memiliki tanggung jawab untuk secara rutin setiap 6 bulan sekali melaporkan kepada Bank Indonesia, Komisaris, Direksi, Dewan Syariah Nasional MUI mengenai hasil pengawasan terhadap proses pengelolaan Reksa Dana Syariah. Jadi, untuk Anda yang masih ragu untuk memulai berinvestasi pada Reksa Dana, Reksa Dana Syariah ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mempersiapkan finansial yang lebih matang di masa mendatang.

Sumber : finansialku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *