Kelola Keuangan Dulu Sebelum Berinvestasi Reksa Dana!

bagaimana-mengetahui-cara-memilih-reksa-dana-berdasarkan-return
Bagaimana Mengetahui Cara Memilih Reksa Dana Berdasarkan Return
June 10, 2020
nilai-investasi-reksa-dana-minus-harus-bagaimana
Nilai Investasi Reksa Dana Minus, Harus Bagaimana?
July 1, 2020
Show all

Kelola Keuangan Dulu Sebelum Berinvestasi Reksa Dana!

kelola-keuangan-dulu-sebelum-berinvestasi-reksa-dana

Paham akan pentingnya investasi untuk mempersiapkan masa depan sangatlah baik. Namun, tidak kalah penting juga untuk  Anda mengetahui dan memahami bagaimana cara mengelola keuangan sebelum Anda berinvestasi.

Lalu, bagaimana cara mengelola keuangan yang baik jika hendak memulai berinvestasi di Reksa Dana? Nah, artikel ini akan membantu Anda untuk mengetahui cara-cara mengelola keuangan Anda dengan tepat saat Anda hendak berinvestasi di Reksa Dana.

Kondisi Keuangan Harus Sehat

Sebelum berinvestasi tentu Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki keuangan yang sehat. Ciri-ciri kondisi keuangan yang sehat antara lain tidak berhutang untuk sesuatu yang sifatnya konsumtif, memiliki perlindungan asuransi yang cukup, besarnya cicilan maksimal 30 persen dari penghasilan bulanan, memiliki tujuan jangka panjang seperti dana Pendidikan, dana untuk pembelian rumah,dana untuk mempersiapkan pensiun, serta memilki dana darurat.

Mengapa Anda butuh memiliki dana darurat? Seperti istilahnya dana darurat adalah dana yang siap untuk digunakan kapan saja dan untuk situasi darurat apapun. Dengan adanya dana darurat, diharapkan anda dapat tenang berinvestasi Reksa Dana. Ketika ada kebutuhan darurat yang mendesak, anda dapat menggunakan dana darurat, tanpa mengganggu dana investasi Reksa Dana anda. Anda perlu tau bahwa tujuan investasi anda di Reksa Dana akan dapat dicapai secara optimal jika dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan waktunya.

Ketika kondisi keuangan Anda sehat, maka Anda akan jauh lebih siap menghadapi risiko investasi, termasuk fluktuasi harga. Siap disini maksudnya ialah siap menghadapi risiko terburuk yang bisa saja terjadi.

Idealnya, calon investor harus menyiapkan kondisi keuangannya dengan baik sebelum berinvestasi di Reksa Dana,. Sayang, pada kenyataannya tidak semua investor Reksa Dana memiliki kondisi keuangan yang sehat.

Maka dari itu, penting bagi Anda baik yang telah menjadi investor Reksa Dana maupun bagi calon Investor Reksa Dana untuk belajar dan menerapkan bagaimana cara mengelola keuangan yang baik. Saat ini banyak sekali tersedia berbagai sertifikasi perencanaan keuangan yang dapat membantu Anda untuk belajar dan memahami cara mengelola keuangan yang baik. Namun, tentu ada biaya untuk mengikuti sertifikasi tersebut.

Jika Anda memilih untuk belajar mengelola keuangan sendiri, ada tips pengelolaan keuangan yang mudah untuk dipahami dan diterapkan, yaitu konsep 10 – 20 – 30 – 40. Apa itu konsep 10 – 20 -– 30 -– 40  ? dan bagaimana penerapannya? Berikut penjelasannya.

Konsep 10 – 20 – 30 – 40 yaitu penjumlahan 10 + 20 + 30 + 40 yang masing-masing merupakan alokasi untuk pengeluaran keuangan. Mengapa pengeluaran yang diatur bukan melainkan penghasilan? Karena permasalahan keuangan yang banyak terjadi disebabkan karena tidak bisa mengatur pengeluaran dengan baik, bahkan banyak yang berperilaku hidup konsumtif. Lalu bagaimana penghitungan konsep tersebut?

  • 10 Persen. Alokasikan 10% dari pendapatan Anda untuk kebaikan, misalnya untuk zakat, amal di tempat ibadah atau memberikan bantuan kepada orang fakir miskin.
  • 20 Persen. Alokasikan 20% dari pendapatan Anda untuk masa depan. Banyak opsi dan pilihan yang bisa Anda pilih untuk mempersiapkan masa depan seperti tabungan, investasi, proteksi asuransi, dana darurat, dana pensiun dan lain-lain. Reksa Dana dapat menjadi salah satu pilihan investasi dari alokasi dana ini.
  • 30 Persen. Alokasikan 30% dari pendapatan Anda untuk cicilan. Anda bisa menggunakan alokasi dana ini untuk membayar cicilan properti, KPR, atau hutang untuk bisnis. Tapi ingat, alokasi cicilan hanya 30% tidak boleh lebih dari itu.
  • 40 Persen. Alokasikan 40% dari pendapatan Anda untuk penyediaan kebutuhan pokok seperti makan, tagihan listrik, bensin, tol dan kebutuhan hidup lainnya.

Mudah, bukan? Anda bisa menerapkan konsep pengelolaan keuangan sederhana ini agar kondisi keuangan Anda selalu sehat dan tentunya lebih aman dalam berinvestasi. Keuangan sehat, investasi tepat! Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *