Lebih Baik Mana, Investasi Saham atau Reksa Dana Saham?

jangan-panik-ini-tips-nyaman-investasi-reksa-dana-saham-meski-harga-turun
Jangan Panik, Ini Tips Nyaman Investasi Reksa Dana Saham Meski Harga Turun
June 1, 2021
menuai-berkah-bersama-reksa-dana-syariah
Menuai Berkah bersama Reksa Dana Syariah
June 7, 2021
Show all

Lebih Baik Mana, Investasi Saham atau Reksa Dana Saham?

lebih-baik-mana-investasi-saham-atau-reksa-dana-saham

Antara investasi saham dan Reksa Dana saham, tidak banyak yang tau dan paham perbedaan antara keduanya. Sekilas memang terdengar sama, apabila jika dilihat dari kacamata orang awam.

Padahal pada kenyataan, investasi saham dan Reksa Dana saham memiliki perbedaan baik dari pengertian hingga sistem kerja investasi. Untuk mengetahui tentang perbedaan antara saham dan Reksa Dana saham mari bahas pengertiannya terlebih dahulu.

Penger tian Saham dan Reksa Dana Saham

Saham diartikan sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan. Saham suatu perusahaan biasanya diperjual belikan secara terbuka di Bursa Efek Indonesia. Sehingga bagi investor yang ingin berinvestasi dapat membelinya dengan membuka rekening efek terlebih dahulu.

Sedangkan Reksa Dana merupakan produk investasi,  berupa wadah yang menampung dana dari semua investor  untuk selanjutnya dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio efek. Salah satu jenis Reksa Dana ialah Reksa Dana saham, dimana portofolionya berisikan saham-saham yang dipilih oleh Manajer Investasi. Sederhananya, saat kita berinvestasi di Reksa Dana Saham, maka sama saja setiap investor ‘patungan’ beli saham.

Perbedaan Investasi Saham dan Reksa Dana Saham

  • Risiko

Setiap jenis investasi memiliki risiko yang berbeda-beda. Meskipun sama-sama berinvestasi pada saham, antara investasi saham dan Reksa Dana saham memiliki risiko yang berbeda. Investasi saham memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana saham.

Mengapa? karena pada investasi saham individual Anda hanya bisa menempatkan dana Anda hanya pada satu saham, dimana jika harga saham Anda turun, Anda berpotensi kehilangan keuntungan. Meskipun memang bisa saja Anda berinvestasi langsung pada beberapa saham, namun pastikan Anda benar-benar memahami seluk beluk saham, mampu melakukan analisa teknikal dan fundamental, serta pergerakan pasar kedepan, sehingga mampu memperkirakan kapan akan menjual atau bahkan menambah saham. Sedangkan pada Reksa Dana saham semua dilakukan oleh Manajer Investasi yang sudah berpengalaman dibidangnya. Dan pada Reksa Dana terdapat prinsip diversifikasi, sehingga dapat meminimalkan risiko. Akan tetapi, meskipun risikonya lebih rendah Anda harus tetap teliti dan cermat terutama dalam memilih Manajer Investasi dan juga Reksa Dana.

  • Imbal Hasil

Karena berbeda risikonya tentu imbal hasil atau keuntungan yang diperoleh juga berbeda. Jika dikelola dengan benar, investasi saham memiliki potensi imbal hasil yang  tinggi. Hal ini dikarenakan Anda sendiri yang mengelola investasi saham Anda, sedangkan pada Reksa Dana Anda harus mengeluarkan fee untuk biaya pengelolaan  oleh Manajer Investasi.

Selain itu, pada investasi saham ada 2 jenis imbal hasil yakni capital gain (selisih harga) dan deviden (imbal hasil yang dibagikan perusahaan setiap periode tertentu). Kedua imbal hasil tersebut secara otomatis masuk ke rekening dana nasabah.

Sedangkan pada Reksa Dana Saham, deviden dan keuntungan lainnya biasanya akan langsung diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi sehingga menambah Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan Reksa Dana Saham tersebut.

  • Pembukaan rekening

Perbedaan ketiga antara investasi saham dan Reksa Dana saham ialah dari cara pembukaan rekening awal. Pada investasi saham, Anda harus memiliki rekening saham yang bisa dibuat secara offline atau online. Untuk awal setoran bebas, namun untuk bisa membeli saham, Anda harus punya dana minimal 1 lot saham atau 100 lembar saham. Misalnya, Anda ingin beli saham JKLM dengan harga per lembar Rp1.000. Artinya Anda harus punya dana Rp 100.000 di rekening dana nasabah.

Sedangkan untuk berinvestasi di Reksa Dana saham, Anda tidak harus berinvestasi sesuai dengan harga per lot saham. Biasanya sudah ada minimal dana untuk bisa investasi Reksa Dana saham. Misalnya, untuk Manajer Investasi DEFG minimal dana investasi Rp10.000, maka Anda bisa membeli Reksa Dana saham tersebut dengan dana minimal Rp10.000.

Nah, itulah 3 perbedaan mendasar antara saham dan Reksa Dana Saham. Bagi Anda yang masih pemula dan tidak sanggup mengelola saham individual, Anda bisa memilih Reksa Dana saham untuk pilihan investasi Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *