Mengenal Strategi Buy and Hold dan Chasing Return Pada Reksa Dana?

hal-dasar-mengenai-reksa-dana
Hal Dasar Mengenai Reksa Dana
June 22, 2022
mudah-begini-cara-mengatur-portofolio-investasi-untuk-pemula
Mudah, Begini Cara Mengatur Portofolio Investasi Untuk Pemula
July 6, 2022
Show all

Mengenal Strategi Buy and Hold dan Chasing Return Pada Reksa Dana?

mengenal-strategi-buy-and-hold-dan-chasing-return-pada-reksa-dana

Dalam investasi Reksa Dana, strategi investasi yang paling populer adalah strategi investasi Dollar Cost Averaging dan Lump Sum. Namun sebenarnya masih ada strategi investasi lain yang bisa coba digunakan, yaitu strategi Buy and Hold dan strategi Cashing Return.

Kedua strategi ini memang tak sepopuler strategi investasi Dollar Cost Averaging ataupun Lump Sum namun juga bisa dicoba untuk mengetahui strategi investasi mana yang cocok untuk kita.

Apa Itu Strategi Buy And Hold Dan Chasing Return?

Strategi Buy and Hold

Buy and Hold artinya membeli lalu kemudian menahan Reksa Dana tersebut dalam jangka waktu yang panjang dengan harapan bahwa harga Reksa Dana akan meningkat dalam beberapa tahun kemudian.

Strategi ini termasuk simpel, namun tidak selalu mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Di dalam strategi Buy and Hold, kita akan membeli sejumlah unit penyertaan Reksa Dana dan mendiamkannya selama kurun waktu yang panjang. Strategi ini akan cocok untuk kita yang punya target tertentu dan dalam jumlah yang cukup besar di masa yang akan datang, membeli mobil misalnya.

Umumnya Semakin lama kita menahannya maka bisa memaksimalkan hasil dan meminimalkan risiko investasi  yang bisa saja terjadi setiap saat.

Strategi Chasing Return

Sementara dalam strategi chasing return investor harus menggunakan data sebagai acuan informasi untuk mengetahui Reksa Dana mana yang terbaik di tahun tersebut. Untuk strategi chasing return, kita harus menggunakan analisis teknikal yakni menganalisis dan mencari tahu Reksa Dana mana yang memiliki prospek terbaik di tahun tersebut.

Jika sudah menemukan Reksa Dana terbaik, maka investor akan menjual Reksa Dana lain yang memiliki return lebih rendah kemudian menggantinya dengan yang baru. Investor akan terus berusaha mencari produk Reksa Dana yang mana yang memberikan potensi keuntungan tertinggi.

Hanya saja tidak semua orang bisa melakukan analisis teknikal karena relatif sulit. Tidak semua orang mampu mendapatkan data yang dapat dijadikan referensi. Maka dari itu, cara yang lebih mudah ketika menggunakan strategi chasing return adalah dengan mencari tahu Reksa Dana mana yang memiliki return tertinggi di tahun sebelumnya.

Misalnya, seorang investor membeli Reksa Dana saham dengan return tertinggi pada tahun 2021. Kemudian, di akhir tahun investor tersebut melihat lagi daftar Reksa Dana mana yang memiliki return tertinggi. Jika Reksa Dana yang dimilikinya adalah Reksa Dana yang sama dengan Reksa Dana yang memiliki return tertinggi di tahun tersebut maka Reksa Dana tersebut tetap dipertahankan.

Akan tetapi, jika return Reksa Dana dengan return tertinggi di tahun tersebut bukanlah Reksa Dana yang dimilikinya maka  maka investor akan menjual Reksa Dana Saham lamanya dan membeli Reksa Dana Saham baru tersebut karena returnnya lebih tinggi.

Lalu Strategi Manakah Yang Lebih Efektif Untuk Investasi Reksa Dana?

Strategi Buy and Hold dan Chasing Return sama-sama membutuhkan analisa yang kuat tentang kinerja suatu Reksa Dana. Dan keduanya bisa sama-sama menguntungkan jika dilakukan dengan benar.

Sebenarnya penentuan mana yang lebih efektif dan menguntungkan pada setiap strategi investasi Reksa Dana terletak pada siapa yang menggunakannya dan seberapa jauh ia paham mengenai strategi yang ia gunakan.  Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *