Mengungkap Biaya Pengelolaan Reksa Dana

REKSA DANA SEBAGAI PILIHAN CERDAS INVESTASI
July 29, 2019
Reksa Dana Investasi Pilihan Anak Muda
July 31, 2019
Show all

Mengungkap Biaya Pengelolaan Reksa Dana

#yaREKSADANAaja
Sebagai seorang investor Reksa Dana, biasanya hal pertama yang menjadi pertimbangan dalam memilih Reksa Dana yang akan diinvestasikan adalah berapa tingkat pengembalian atau return dari Reksa Dana tersebut. Tanpa disadari banyak investor yang tidak memperhitungkan atau memperhatikan berapa biaya yang timbul atau dikenakan pada investor kalau berinvestasi pada Reksa Dana tersebut. Bisa jadi antara satu produk Reksa Dana dengan produk Reksa Dana yang lain mempunyai tingkat pengembalian yang sama akibat dari tingkat biaya yang berbeda yang dikenakan pada kedua Reksa Dana tersebut.
BIAYA REKSA DANA
Biaya Reksa Dana secara umum dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan pihak yang membayarkannya yaitu biaya yang dikenakan kepada investor, biaya yang dikenakan pada Reksa Dana dan biaya yang dikenakan kepada manajer investasi.

BIAYA YANG DIKENAKAN PADA INVESTOR
Biaya pembelian, penjualan dan pengalihan umumnya besarannya antara 0% – 2% tergantung kesepakatan antara agen penjual efek Reksa Dana dengan investor, atau antara investor dengan manajer investasi yang melakukan penjualan langsung. Biaya bank dan pajak akan dikenakan kepada investor apabila memang ada. Apabila biaya-biaya ini dikenakan, maka akan mengurangi jumlah unit kepemilikan investor pada Reksa Dana. Investor harus memperhatikan bahwa biaya-biaya ini dapat menjadi faktor pengurang atas tingkat pengembalian yang diharapkan.
BIAYA YANG DIKENAKAN PADA REKSA DANA
Total biaya yang digunakan oleh manajer investasi dalam mengoperasionalkan suatu produk Reksa Dana dapat dikumpulkan menjadi besaran satu angka yaitu expense ratio. Investor dapat mengetahui besaran expense ratio melalui laporan keuangan Reksa Dana atau dicantumkan dalam pembaharuan prospektus Reksa Dana. Yang perlu diperhatikan oleh investor adalah semakin besar expense ratio, semakin besar biaya yang mengurangi kinerja produk Reksa Dana tersebut.
BIAYA YANG DIKENAKAN PADA MANAJER INVESTASI
Adalah biaya yang ditanggung oleh manajer investasi, biaya-biaya ini termasuk diantaranya adalah biaya operasional kantor, upah karyawan, dan pajak penghasilan yang dikenakan kepada penghasilan manajer investasi. Termasuk juga biaya dalam hal pembentukan ataupun likuidasi (penutupan) Reksa Dana, dimana di dalamnya termasuk biaya konsultan hukum, notaris, dan akuntan publik.
Contoh A:
Seorang investor berminat berinvestasi pada Reksa Dana Terproteksi yang isinya adalah obligasi ABC yang memberikan bunga 9% per tahun. Manajer investasi A memberikan asumsi hasil imbal balik Reksa Dana adalah 7.5% dan manajer investasi B memberikan asumsi hasil imbal balik 8%. Investor yang membeli Reksa Dana Terproteksi melalui manajer investasi A tidak dikenakan biaya pembelian sedangkan investor yang membeli Reksa Dana Terproteksi melalui manajer investasi B dikenakan biaya pembelian 0.5%.
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa asumsi imbal hasil balik yang ditawarkan kedua manajer investasi tersebut adalah kurang lebih sama. Obligasi yang menjadi dasar investasi memberikan hasil yang sama, yang membedakan hanyalah besaran biaya yang dikenakan oleh masing-masing manajer investasi. Dalam memutuskan berinvestasi, dalam hal ini investor dapat mempertimbangkan hal lain selain tingkat pengembalian yaitu misalnya reputasi dari manajer investasi atau kemudahan dalam melakukan investasi.
Contoh B:
Manajer investasi A mengelola Reksa Dana Saham A yang memberikan asumsi hasil imbal balik sebesar 15%. Manajer investasi B mengelola Reksa Dana Saham B yang memberikan asumsi hasil imbal balik 13%. Dari ikhtisar keuangan dalam pembaharuan prospektus diketahui Reksa Dana Saham A memiliki expense ratio sebesar 2.5% dan mengenakan biaya pembelian sebesar 1%. Reksa Dana Saham B memiliki expense ratio sebesar 1.5% dan investor tidak dikenakan biaya pembelian, penjualan dan pengalihan. Dari contoh di atas, kedua Reksa Dana memiliki selisih asumsi hasil imbal balik sebesar 2%, kalau hanya melihat dari sisi imbal hasil balik tentu saja Reksa Dana Saham A lebih menarik karena memberikan keuntungan lebih tinggi 2%, namun investor dikenakan total biaya kurang lebih sebesar 3.5% di Reksa Dana Saham A, sehingga apabila mempertimbangkan biaya yang dikenakan imbal hasil balik yang diharapkan adalah hanya sebesar 11.5%. Sedangkan Reksa Dana Saham B yang memberikan asumsi hasil imbal balik 13% dengan total biaya kurang lebih sebesar 1.5%, imbal hasil balik yang diharapkan oleh investor adalah juga sebesar 11.5%.
Secara umum, Reksa Dana yang melalui pengelolaan aktif tentunya akan memiliki expense ratio yang lebih tinggi karena frekuensi transaksi jual dan beli yang lebih sering dibanding Reksa Dana yang pengelolaannya pasif.
Demikian penjelasan mengenai komponen biaya Reksa Dana serta pihak2 yang dibebankan atas biaya tersebut. Sebagai salah satu faktor penting yang mempengaruhi kinerja Reksa Dana, sudah sepatutnya investor mengenal lebih dekat komponen biaya-biaya pada Reksa Dana.
#yaREKSADANAaja
Sumber Artikel dari Manajer Investasi PT Ekuator Swarna Investama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *