Penghasilan Dari Reksa Dana Bukan Objek Pajak? Ini Dia Alasannya

webinar-cerdas-berinvestasi-di-reksa-dana
Webinar “Cerdas Berinvestasi di REKSA DANA” via Zoom pada 15 September 2021
September 16, 2021
jangan-pesimis-ini-cara-sukses-investasi-meski-gaji-umr
Jangan Pesimis, Ini Cara Sukses Investasi Meski Gaji UMR
September 29, 2021
Show all

Penghasilan Dari Reksa Dana Bukan Objek Pajak? Ini Dia Alasannya

Penghasilan-dari-reksa-dana-bukan-objek-pajak-ini-dia-alasannya

Jika sebelumnya kita telah membahas mengenai kelebihan dan keuntungan investasi Reksa Dana, mungkin kelebihan yang satu ini sangat jarang dibahas dan diketahui. Ya, kelebihannya ialah penghasilan dari Reksa Dana tidak termasuk objek pajak.

Apa itu objek pajak? Objek Pajak ialah sumber pendapatan yang dapat dikenakan pajak dan dibebankan pada Subjek Pajak. Mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa penghasilan Reksa Dana tidak termasuk objek pajak, sedangkan produk keuangan lain seperti deposito, obligasi dan saham dikenakan pajak final? Mari kita bahas bersama pada artikel kali ini.

Berdasarkan Undang Undang Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 4 ayat 3 huruf i,: ‘Yang dikecualikan dari objek pajak adalah bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.’

 Pada dasarnya semua Reksa Dana yang ada sekarang ini berbentuk Kontrak Investasi Kolektif sehingga imbal hasil Reksa Dana yang diterima investor termasuk yang dikecualikan dari Objek Pajak sebagaimana  ketentuan dalam UU Nomor 36 Tahun 2008 tersebut.

Reksa Dana ialah produk investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian dananya dikelola oleh Manajer Investasi  ke dalam portofolio efek.

Nilai aktiva bersih Reksa Dana merupakan aset Reksa Dana dikurangi dengan biaya-biaya seperti biaya pengelolaan Manajer Investasi, biaya bank kustodian, biaya transaksi portofolio efek, pajak, dsb. Pajak yang dikenakan pada biaya tersebut merupakan kewajiban Reksa Dana yang harus dibayarkan oleh Manajer Investasi dalam pengelolaan portofolio efek. Jadi, pada dasarnya potongan pajak telah dilakukan sebelum diketahui nilai aktiva bersih.

Sederhananya, kita sebagai investor tidak lagi membayar pajak atas imbal hasil yang diterima Return atau penghasilan yang diterima oleh investor  sudah dikurangi dengan pajak pada proses pengelolaan portofolio efek tersebut.

Namun, meskipunpenghasilan dari Reksa Dana tidak termasuk objek pajak, bukan berarti penghasilan dari Reksa Dana tidak perlu dimasukan ke dalam laporan SPT tahunan. Laporan mengenai penghasilan dari Reksa Dana tersebut harus tetap dicantumkan pada kolom pendapatan tidak kena pajak.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *