Perbedaan Reksa Dana dan Deposito, Lebih Untung yang Mana?

Asik Naik Gaji, Yuk Mulai Investasi!
April 27, 2019
Jadi Gagdet Geek Paling Up to Date dengan Gaji Terbatas, Investasi Aja di Reksa Dana!
April 30, 2019
Show all

Perbedaan Reksa Dana dan Deposito, Lebih Untung yang Mana?

Deposito pernah menjadi investasi idaman pada zamannya, namun, apakah saat ini deposito masih cukup menguntungkan? Deposito merupakan produk bank yang hampir mirip dengan tabungan namun berjangka. Hal yang menarik dari deposito adalah semakin lama jangka waktu penyimpanan uangnya, maka bunga yang diterima oleh nasabah akan semakin besar dan menguntungkan. Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah nasabah hanya dapat melakukan penyetoran dan penarikan pada waktu tertentu (yang sudah ditentukan). Simpanan berupa deposito apabila akan diambil sebelum waktunya, maka nasabah akan dikenakan denda penalti. Tipe tabungan ini sangat cocok untuk orang-orang yang sudah stabil dalam keuangan dan memang berencana untuk menyimpan uang dalam jangka dan rencana jangka panjang. Setiap Bank memiliki penawaran simpanan deposito yang berbeda, dapat dimulai dari setoran deposito yang berbeda, misalnya ada yang dapat dimulai dari setoran Rp. 5,000,000 ada pula yang dimulai dari Rp. 10,000,000. Selain angka setoran awal yang berbeda, bunga per tahun yang ditawarkan juga berbeda, berkisar antara 4% hingga 6%.

Berbeda dengan deposito, Reksa Dana merupakan jenis investasi yang mana uang atau dana investor dikelola oleh Manajer Investasi untuk mendapatkan keuntungan. Reksa Dana memiliki jenis dan pilihan yang lebih bervariasi daripada deposito. Ada empat jenis Reksa Dana, yakni Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Campuran. Dari masing-masing jenis, tentu memiliki tipe dan keuntungan yang berbeda. Namun, secara umum Reksa Dana dapat dimulai dengan jumlah modal yang kecil dan tidak sebesar deposito. Selain berbeda dalam modal utama, Reksa Dana juga bersifat likuid. Sifat likuid ini membuat Reksa Dana dapat untuk ditarik atau dicairkan sewaktu-waktu saat dibutuhkan. Untuk kategori keamanan atau stabilitas, dapat dikatakan saat deposito memiliki jaminan lebih jelas, yakni dari Lembaga Penjamin Simpanan atau biasa disingkat LPS. Perlu dicatat, LPS menjamin nasabah deposito dengan nilai deposito kurang dari 2 miliar. Sedangkan jika nilai deposito nasabah lebih dari 2 miliar, maka tidak dijamin keamanannya oleh LPS. Dalam hal keamanan, Reksa Dana secara resmi tidak memiliki perlindungan dari LPS. Hal ini yang membuat calon investor Reksa Dana harus lebih berhati-hati dalam memilih Manajer Investasi sebelum menanam modal mereka. Akan tetapi, tidak perlu khawatir, selama Manajer Investasi yang dipilih telah dipertimbangkan dari riwayat, dan legalitas perusahaan, maka resiko dapat diperkecil. Jangan lupa juga, baik deposito atau Reksa Dana, pastikan perusahaan dan bank sudah dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan atau yang biasa disebut OJK.

Berdasarkan poin-poin yang disebutkan di atas, dapat kita lihat bahwa masing-masing baik deposito atau Reksa Dana memiliki kelebihan dan kekurangan. Bisa disimpulkan, deposito dapat dipilih dan sangat menguntungkan nasabah dengan keuangan yang sudah stabil dan benar-benar akan menyimpan uangnya dalam waktu lama. Sedangkan Reksa Dana, merupakan investasi untuk semua kalangan masyarakat dan dapat dipilih untuk orang-orang yang baru ingin mencoba mulai berinvestasi dengan nilai yang tidak terlalu besar dan mudah untuk dilakukan proses likuidasi. Jadi, lebih tertarik yang mana, nih?

Sumber: cermati.com/reksadana-pasar-uang-apakah-lebih-untung-daripada-deposito/https://cermati.com /14-06-2016/Di akses pada 27-03-2019, 16.02

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *