Reksa Dana Juga Dapat Diwariskan Loh

Pahamilah Prospektusnya Sebelum Berinvestasi di Reksa Dana
July 26, 2019
Yuk Pahami Resiko Reksa Dana
July 28, 2019
Show all

Reksa Dana Juga Dapat Diwariskan Loh

Banyak hal yang harus Anda cermati saat memilih instrument berinvestasi, agar risiko dan masalah yang mungkin terjadi bisa teratasi dengan tepat.
Selain properti dan emas, investasi dalam Reksa Dana juga dapat diwariskan. Bentuknya yang bebas pajak, menjadi pilihan sebagian orang sebagai kebutuhan investasi mereka, seperti persiapan dana pensiun. Lalu bagaimana cara mewariskan Reksa Dana?

Ketentuan dalam Mewariskan Reksa Dana
Anda tentu harus memahami berbagai ketentuan yang ada saat memiliki investasi dalam bentuk Reksa Dana. Akan selalu ada risiko kematian bagi setiap orang meski tidak diinginkan. Hal ini harus menjadi perhatian khusus karena berkaitan dengan pewarisan aset Reksa Dana saat risiko tersebut terjadi.
Memang tidak ada ketentuan khusus dalam mewariskan Reksa Dana, namun pada dasarnya pewarisan bisa dilakukan jika pemiliknya meninggal dunia. Hal ini pun harus berdasarkan kebijakan standar dari Manajer Investasi yang menangani Reksa Dana tersebut, membuat kebijakan setiap perusahaan investasi bisa saja berbeda-beda.
Pewarisan dalam Reksa Dana juga akan dilakukan dengan dialihkan kepemilikannya, yang berarti pemilik Reksa Dana bisa mewariskan sejumlah Reksa Dana nya kepada seseorang yang menjadi ahli waris. Begitupun saat mengalami risiko kematian.
2 cara yang dapat dilakukan dalam mewariskan Reksa Dana, yaitu :
1. Ahli Waris Menerima Waris dalam Bentuk Reksa Dana
Ahli waris yang ingin hak warisnya tetap berbentuk Reksa Dana, harus memindahkan kepemilikan Reksa Dana tersebut menjadi atas namanya sendiri. Ahli waris harus memperbarui data nomor rekening yang akan menerima dana penjualan Reksa Dana tersebut (nama investor, menjadi nama ahli waris).
Proses ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan karena setiap Manajer Investasi memiliki kebijakan standar yang terkait. Dibutuhkan juga beberapa dokumen pendukung, seperti :
• Surat keterangan hak waris.
• Akta kematian investor (pemilik Reksa Dana).
• Akta wasiat investor.
• Serta bukti pendukung lainnya yang dianggap penting, sebagai alat bukti yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah ahli waris yang sah dari investor tersebut dan berhak atas Reksa Dana tersebut.
Jika proses diatas telah berjalan dengan baik, maka pengalihan Reksa Dana dapat dijalankan sesuai dengan prosedur. Pada dasarnya, proses dilakukan dengan menjual unit Reksa Dana yang dimiliki oleh investor sebelumnya, kemudian investor yang baru melakukan pembelian Reksa Dana.
Artinya, dana penjualan atas nama investor sebelumnya, digunakan untuk membeli kembali Reksa Dana tersebut dengan nama investor yang baru (ahli waris). Semua proses akan berlangsung dihari yang sama untuk menghindari selisih harga jual dan harga beli Reksa Dana.
Proses pengalihan juga akan mengubah SID yang lama menjadi SID investor baru (ahli waris). Single Investor Identification (SID) adalah nomor identifikasi unik yang diterima oleh setiap investor Reksa Dana. Pada dasarnya, sejumlah SID ini disusun dengan mengacu pada nomor KTP masing-masing investor, sehingga nomor-nomor ini akan berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Maka sudah jelas proses jual beli Reksa Dana akan membutuhkan KTP dari investor yang bersangkutan, termasuk ahli waris yang akan menjadi investor baru setelah proses pewarisan dilakukan.

2. Ahli Waris Menerima Waris dalam Bentuk Uang Tunai
Selain dalam bentuk Reksa Dana, ahli waris juga bisa menerima hak warisnya dalam bentuk uang tunai. Dalam proses ini juga dibutuhkan sejumlah dokumen pendukung, tergantung pada kebijakan masing-masing Manajer Investasi. Dokumen pendukung tersebut adalah :
• Surat wasiat.
• Akta kematian.
• Surat keterangan hak waris.
• Serta bukti pendukung lainnya yang dibutuhkan dan bisa menjadi bukti bahwa yang bersangkutan merupakan ahli waris yang sah dari investor tersebut.

Setelah semua syarat terpenuhi, maka proses pewarisan Reksa Dana dapat dilakukan oleh Manajer Investasi yang bersangkutan. Dalam proses ini, akan dilakukan penjualan kembali Reksa Dana dan dana hasil penjualan kembali disetor ke dalam rekening investor (pemilik Reksa Dana yang mewariskan/ meninggal).
Selanjutnya, ahli waris dapat menarik uang hasil penjualan Reksa Dana tersebut dari rekening investor. Proses penarikan dana pun membutuhkan sejumlah syarat lainnya, tergantung dari kebijakan bank yang bersangkutan.
Pajak dan Sengketa dalam Mewariskan Reksa Dana
Berbeda dengan jenis investasi lainnya, Reksa Dana tidak dikenai pajak apapun oleh pemerintah. Sama hal nya dalam proses pewarisannya, di mana ahli waris tidak akan dikenai pajak dalam proses tersebut.
Bila terdapat sengketa pewarisan Reksa Dana, seorang Manajer Investasi dan APERD akan bersikap netral dan bukan menjadi pihak yang dapat memutuskan perkara sengketa tersebut. Selanjutnya, Manajer Investasi akan meminta ahli waris (para pihak yang bersengketa) untuk memenuhi dokumen yang dibutuhkan dalam proses pewarisan, termasuk surat wasiat yang ditinggalkan oleh investor (jika bersedia).
Dokumen yang Lengkap dan Sesuai Kebutuhan
Reksa Dana merupakan investasi yang dapat diwariskan, jika investor meninggal dunia. Berbagai risiko mungkin saja terjadi di setiap saat, maka ada baiknya untuk mempersiapkan surat wasiat serta dokumen yang lengkap. Hal tersebut akan mempermudah proses mewariskan Reksa Dana di masa yang akan datang, jika sewaktu-waktu investor mengalami risiko kematian.
Sumber: Hadijah, Siti / https://www.cermati.com/artikel/bagaimana-cara-mewariskan-reksa-dana-kepada-ahli-waris/06-11-2017/Di akses pada 21-05-2019, 11.30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *