Reksa Dana Terproteksi, Investasi Yang Boleh Dicoba

Kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi Reksa Dana Pasar Uang
Kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi Reksa Dana Pasar Uang
February 5, 2020
Mengenal Reksa Dana Manfaat Dan Risikonya
Mengenal Reksa Dana, Manfaat dan Risikonya
February 19, 2020
Show all

Reksa Dana Terproteksi, Investasi Yang Boleh Dicoba

Reksa Dana Terproteksi Investasi Yang Boleh Dicoba

Tidak sepenuhnya benar jika Reksa Dana ialah investasi yang hanya bisa dilakukan oleh orang berkantong tebal saja. Justru Reksa Dana termasuk jenis investasi yang mudah dan murah dan bisa dipilih oleh semua kalangan. Jadi, Reksa Dana bisa juga bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan modal kecil.

Dalam investasi Reksa Dana dana yang bersumber dari investor, dikelola oleh Manajer Investasi dalam bentuk investasi portofolio efek. Umumnya, masyarakat mengenal 4 jenis Reksa Dana, yaitu Reksa Dana Saham, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Pendapatan Tetap, dan Reksa Dana Pasar Uang. Namun sebenarnya masih ada jenis Reksa Dana lainnya, seperti Reksa Dana Terprotekasi, yang cukup diminati oleh masyakarat.

Apa itu Reksa Dana Terproteksi (Capital Protected Fund)?

Reksa Dana Terproteksi adalah Reksa Dana yang memberikan mekanisme proteksi atas investasi investor. Jumlah investasi yang terproteksi paling sedikit sama dengan jumlah investasi awal.

Reksa Dana ini tidak ditawarkan secara terus menerus melainkan ada batas waktu masa penawarannya.

Unsur proteksi pada jenis Reksa Dana ini menjadikannya banyak diminati oleh para investor terutama investor pemula yang sebelumnya terbiasa dengan investasi dalam bentuk deposito. Karakteristik utama Reksa Dana terproteksi ini ialah:

  • Adanya masa jatuh tempo;
  • Imbal hasil investasi dibagikan secara berkala;
  • Investasi sepenuhnya dilindungi saat jatuh tempo, namun tidak berlaku apabila dicairkan sebelum jatuh tempo.
  • Masa dan Unit terbatas; dan
  • Nilai pokok investasi umumnya utuh pada saat jatuh tempo kecuali apabila perusahaan mengalami gagal bayar.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara kerja produk Reksa Dana terproteksi ini sudah diatur oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Poin paling penting dalam Reksa Dana ini ialah akan memproteksi 100% (seratus persen) nilai pokok investasi pada saat jatuh tempo dengan jangka waktu investasi yang sudah disepakati sebelumnya.

Reksa Dana ini hampir sama dengan deposito, yang membedakan ialah jangka waktu deposito ditentukan oleh pihak bank, sedangkan Reksa Dana jatuh temponya ditentukan oleh Manajer Investasi.

Reksa Dana Terproteksi menempatkan investasi pada efek bersifat utang, instrumen pasar uang, dan efek lain. Pada Reksa Dana ini, Manajer Investasi akan membentuk portofolio efek sebagai basis proteksi dengan melakukan investasi pada efek bersifat utang, sehingga nilai efek bersifat utang pada saat jatuh tempo paling sedikit dapat menutupi jumlah nilai yang diproteksi. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Reksa Dana yang terbaru, Reksa Dana Terproteksi hanya bisa berinvestasi pada efek bersifat utang atau efek syariah berpendapatan tetap yang ditawarkan melalui penawaran umum.

Apa saja Risiko Reksa Dana Terproteksi?

Meskipun termasuk jenis Reksa Dana yang terbilang cukup aman, Reksa Dana terproteksi juga memiliki risiko yang bisa terjadi. Risiko potensial yang dimaksud ialah kerugian yang terjadi jika pihak penerbit obligasi mengalami gagal bayar atau investor mencairkan investasi sebelum jatuh tempo. Jadi, potensi kerugian ini bisa terjadi atas kesalahan pihak investor sendiri. Banyak yang mendasari hal ini, salah satunya karena investor sedang membutuhkan dana cepat atau karena imbal balik produk investasi tidak sesuai dengan harapan.

            Namun yang harus diperhatikan dan agar tidak menjadi salah paham adalah meskipun Reksa Dana terproteksi memiliki fitur khusus proteksi pada nilai pokok investasi, tetapi fitur itu bukan jaminan. Dalam Reksa Dana terproteksi, risiko-risiko masih bisa terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *