Samakah NAV dengan NAB di Dunia Reksa Dana

KENALI PROFIL RISIKO SEBELUM MEMULAI INVESTASI
September 9, 2019
Suku Bunga Turun, Pilih (Reksa Dana) Saham atau Obligasi?
September 18, 2019
Show all

Samakah NAV dengan NAB di Dunia Reksa Dana

Dalam dunia investasi Reksa Dana pasti berkaitan dengan istilah tersebut. Namun masih adakah yang beranggapan NAB dan NAV itu berbeda? Mari kita buktikan dengan beberapa definisi di bawah ini:

Menurut Wikipedia :  NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan salah satu tolok ukur dalam memantau hasil dari suatu Reksa Dana. NAB per saham/unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksa Dana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.

Menurut Suara Investor : Net Asset Value (Nilai Aktiva Bersih) Nilai total portofolio dikurangi dengan kewajiban-kewajiban dalam portofolio. Dalam konteks valuasi, NAV adalah nilai buku aset perusahaan dikurangi dengan kewajiban-kewajiban (utang) perusahaan. Istilah NAV atau nilai aktiva bersih umum pula digunakan dalam instrumen reksa dana.

Menurut Rudiyanto kata NAB mengadaptasi istilah dari Amerika yaitu Net Asset Value (NAV). Istilah ini sering digunakan dalam publikasi, laporan atau riset yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa pengantar.

Dari pengertian diatas berarti tidak ada perbedaan antara NAB dengan NAV. NAB ini menjadi tolak ukur Anda dalam membeli dan menjual Reksa Dana. Nilai dari NAB ini akan berubah setiap harinyatergantung pada jumlah dana kelolaannya. Bank Kustodian akan menghitung nilai aktiva bersih setiap hari dan kemudian akan diinformasikan ke beberapa media massa.

Bagaimana cara menghitung NAB portofolio?

Melihat dari katanya Nilai Aktiva Bersih sudah pasti total aktiva bersih secara kerluruhan dana dalam Reksa Dana dikurang dengan kewajiban/beban. Total aktiva didapat dari keseluruhan nilai pasar dari setiap jenis aset seperti saham, obligasi, surat berharga pasar uang, deposito, kemudian ditambah dengan deviden dan kupon obligasi. Sedangkan kewajiban/beban terdiri dari biaya Manajer Investasi, Biaya Bank Kutodian, biaya jual dan beli.  Kemudian untuk menghitung NAB/ Unit Penyertaan dengan cara membagi total NAB dengan Unit Penyertaan. Pada awal perdagangan Reksa Dana ditetapkan NAB/UP nya sebesar Rp.1000,-. Selanjutnya nilai itu dapat berubah-ubah setiap harinya tergantung pada dana kelolaannya.

Sebagai contoh misalnya dalam sebuah Reksa Dana saham A terdiri dari 3 saham diantaranya:

Saham ABCD Rp. 3.500,-/ lembar sebanyak 1000 lembar saham  = Rp. 3.500.000

Saham EFGH Rp. 1.200,-/ lembar sebanyak 2000 lembar saham  = Rp. 2.400.000

Saham IJKL Rp. 700,-/ lembar sebanyak 2000 lembar saham         = Rp. 1.400.000

Nilai portofolio Reksa Dana tersebut sebesar Rp. 7.300.000

Unit Penyertaan Kelolaan Reksa Dana berjumlah 3000

Maka NAB/UP sebesar 2.433,33

Maka jika dana investasi Anda sebesar Rp. 5.000.000, jumlah unit pernyertaan yang Anda miliki adalah sebanyak 2.055 UP. Cara menghitungnya adalah dana investasi Rp 5.000.000 dibagi dengan NAB/UP sebesar Rp. 2.433,33.

Bila sebulan kemudian misalkan NAB naik menjadi Rp. 2.700 per UP dan Anda menjualnya, maka Anda mendapatkan dana sebesar NAB/UP dikali dengan jumlah unit penyertaan yaitu Rp 2.700 X 2.055 menjadi Rp 5.547.953 .

Adapun simulasi di atas belum memperhitungkan biaya pembelian dan penjualan kembali Reksa Dana. Bagaimana Sobat Reksa Dana, sudah tertarik untuk mulai berinvestasi belum?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *