Suku Bunga Turun, Pilih (Reksa Dana) Saham atau Obligasi?

Samakah NAV dengan NAB di Dunia Reksa Dana
September 11, 2019
Tujuh Keunggulan Berinvestasi di Reksa Dana
September 25, 2019
Show all

Suku Bunga Turun, Pilih (Reksa Dana) Saham atau Obligasi?

Jika terjadi penurunan suku bunga, mana yang lebih baik bagi investor, Pilih Reksa Dana berbasis saham atau Reksa Dana pendapatan tetap yang berbasis obligasi?

Suku bunga acuan atau secara akademis dikenal dengan istilah Risk Free Rate, jika mengalami penurunan, secara teori akan berdampak positif bagi obligasi dan saham. Untuk obligasi, berlaku teori dimana jika suku bunga turun maka harga obligasi akan naik, sebaliknya jika suku bunga naik maka harga obligasi akan turun. Untuk saham, suku bunga biasanya digunakan sebagai komponen untuk menghitung valuasi harga wajar.

Semakin rendah Risk Free Rate, maka harga wajar suatu saham akan semakin tinggi. Sebaliknya semakin tinggi Risk Free Rate, maka valuasi harga wajar suatu saham akan semakin rendah. Jadi secara teori, bisa disimpulkan bahwa penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia berdampak positif baik bagi Reksa Dana saham dan Reksa Dana pendapatan tetap. Meskipun demikian, dalam praktek terkadang tidak selalu sejalan. Sebagai contoh, pada bulan Juli lalu, sejak suku bunga diumumkan turun pada tanggal 18 Juli hingga tanggal 23 Juli 2019, IHSG nyaris tidak berubah dan Indeks Obligasi malah turun sekitar 0.22 persen.

Suku bunga acuan memang menjadi salah satu faktor, tapi bukan satu-satunya faktor. Untuk obligasi, bisa dikatakan suku bunga acuan merupakan faktor yang dominan. Sebab obligasi memiliki waktu jatuh tempo dan besaran kupon yang sudah pasti. Untuk saham agak berbeda karena saham tidak memiliki waktu jatuh tempo, besaran dividennya juga bervariasi tergantung laba perusahaan dan kebijakan pemegang saham mayoritas. Di luar faktor suku bunga, harga saham juga dipengaruhi faktor lain seperti fundamental kinerja perusahaan, prospek bisnis ke depan dan sentimen dari investor lokal dan asing.

Karena dipengaruhi sentimen, terkadang yang namanya saham juga bisa salah harga. Jika sentimen terlalu positif, maka harga saham naik terlalu tinggi di atas harga wajarnya. Sebaliknya jika sentimen terlalu negatif, maka harga saham bisa turun jauh di bawah harga wajarnya. Baik untuk Reksa Dana Saham ataupun Reksa Dana Pendapatan Tetap, idealnya investasi dilakukan ketika harga / valuasinya masih murah atau target return-nya masih belum tercapai.

Salah satu kebiasaan investor Reksa Dana di Indonesia pada umumnya adalah melihat kinerja historis. Jika imbal hasil historis bagus, maka investor baru akan melakukan pembelian atau penambahan investasi. Cara ini tidak salah, namun ada kalanya kinerja historis yang bagus justru berarti juga bahwa valuasinya sudah wajar atau mahal. Investasi yang valuasinya sudah wajar atau mahal, biasanya kenaikannya juga terbatas. Sebaliknya ketika risiko meningkat, persentase penurunannya bisa lebih besar. Serta investasi yang valuasinya masih murah, apabila turun, persentase penurunan lebih terbatas sementara peluang kenaikannya lebih tinggi.

Berdasarkan informasi di atas, walaupun suku bunga bukan merupakan faktor yang dominan berpengaruh terhadap kinerja Reksa Dana saham, mengingat potensi kenaikan pada tahun 2019 lebih tinggi, Reksa Dana saham juga dapat dipertimbangkan sebagai pilihan instrumen investasi. Tentu, investasi Reksa Dana juga mengandung risiko. Karena itu, investor perlu memahami hal tersebut ketika memutuskan untuk berinvestasi di Reksa Dana.

Sebenarnya ada satu lagi cara memilih Reksa Dana yang lebih praktis yaitu berdasarkan profil risiko dan jangka waktu investasi. Sebagai contoh seperti Reksa Dana saham untuk investor agresif dengan periode investasi di atas 5 tahun dan Reksa Dana pendapatan tetap untuk investor moderat dengan periode investasi antara 1-3 tahun, timing atau waktu tidak terlalu penting. Investor bisa masuk kapan saja tanpa harus dipusingkan dengan apakah suku bunga masih akan turun atau naik, biarlah Manajer Investasi yang melakukan hal tersebut untuk Anda.

Sumber : https://rudiyanto.blog/2019/07/26/suku-bunga-turun-pilih-reksa-dana-saham-atau-obligasi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *