Usia 20-an? Hindari Hal Berikut Demi Masa Tua Bahagia

Geng Milenial, Terapin Tips Berikut Yuk Demi Kantong Sehat!
September 21, 2018
Ini Nih Aset Yang Harus Sudah Dimiliki Usia 30-an
October 3, 2018
Show all

Usia 20-an? Hindari Hal Berikut Demi Masa Tua Bahagia

Masa muda diibaratkan sebagai masanya membangun fondasi ‘istana finansial’ yang kuat. Masa di mana kita menggunakan uang sebaik-baiknya. Namun, kadang-kadang menghabiskan uang untuk bersenang-senang, belanja, nongkrong di restoran, hingga travelling jadi hal yang sulit dihindari. Pada masa inilah, kita sudah sepatutnya mulai meraba-raba mengenai arah dan tujuan hidup. Katakan saja pada usia 20 tahun, kita sudah mulai harus mengambil keputusan dan langkah penting dalam hidup. Mulai dari perencanaan keuangan dan karier seperti apa yang hendak kita jalani.

Usia 20 tahun ke atas memang sudah dapat dikatakan sebagai “usia dewasa” bagi setiap orang.  Tak jarang seseorang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-20 dengan membuat pesta yang besar dan megah. Hal ini dilakukan karena ia sudah memasuki usia yang matang di mana ia sudah bisa mengambil keputusan dan arah hidupnya sendiri. Walaupun sudah dikategorikan dewasa, tak jarang dari kita masih sering melakukan kesalahan. Terlebih lagi kesalahan keuangan. Jika hal ini terjadi pada usia muda, keuangan pada masa tua bisa terancam. Padahal, kita semua tahu kalau masa tua adalah saat di mana kita tinggal tenang dan menikmati hidup. Tidak perlu bersusah payah lagi mencari uang karena sudah memiliki sejumlah uang yang sudah dikumpulkan untuk menyambut hari tua.

Agar masa tua sejahtera, hindari perilaku-perilaku ini pada masa muda. Apa saja itu?

1. Tabungan Belum Disiapkan apalagi Dana Darurat

Bagi kebanyakan orang, menabung kerap kali menjadi hal yang sulit dilakukan. Padahal, kebiasaan yang satu ini sudah diajarkan sejak masih kecil, bahkah sudah masuk usia sekolah. Namun, masih ada saja orang yang sulit untuk mengaplikasikannya dalam hidup. Bagi usia muda saat ini, salah satu penyebab sulitnya menabung adalah karena hidup yang terlalu konsumtif. Saking konsumtifnya, sampai-sampai uang habis tanpa adanya alokasi untuk tabungan atau dana darurat. Padahal, kita sendiri tahu betapa pentingnya memiliki tabungan dan dana darurat.

Sebagai saran, mulailah alokasikan pemasukan yang diterima dengan gunakan konsep 50/30/20 budget. Alokasikan 50 persen dari pemasukan untuk kebutuhan hidup yang sifatnya pokok semisal makanan dan ongkos transportasi. Alokasi 30 persen untuk kebutuhan pribadi ataupun kredit yang diambil. Dan 20 persen untuk tabungan dan dana darurat.

Tidak perlu terlalu mengikuti perkembangan zaman, terlebih lagi hanya karena masalah “gengsi”. Agar masa tua lebih nikmat, tidak ada salahnya sehabis gajian, langsung sisihkan sebagian dari gaji tersebut dengan menerapkan konsep 50/30/20 di atas.

2.Asuransi dan Investasi? Entar Saja Deh

Salah satu cara untuk menyelamatkan keuangan dari risiko-risiko yang terjadi dan sama sekali tak diinginkan adalah dengan mengambil asuransi dan mulai berinvestasi. Banyak orang-orang yang berusia muda masih menunda-nunda memiliki dua instrumen penting ini dalam finansial mereka. Jika ditanya kapan mulai berasuransi dan berivestasi, rata-rata jawabya, “Entar aja deh!”. Padahal, manfaat yang didapatkan sangatlah banyak. Uang yang telah dialokasikan untuk asuransi dapat memproteksi keuangan jika datang hal-hal yang membahayakan keuangan. Uang diinvestasikan dapat dipetik hasilnya ketika kita sudah pensiun nanti.

Selain menyisihkan uang untuk ditabung, ambil dari alokasi 20 persen pemasukan untuk asuransi dan investasi. Jika dirasa kurang, ambil 10 persen dari 30 persen pemasukan untuk kebutuhan pribadi agar alokasi pemasukan untuk investasi memberi hasil (return) yang maksimal.

3.Steve Jobs dan Bill Gates Bisa Sukses Walaupun Di-DO, Jadi untuk Apa Khawatir?

Ada saja yang masih menganggap remeh pendidikan. Alasannya ada saja begitu ditanya. Pasti pernah dapat jawaban seperti ini, “Steve Jobs dan Bill Gates saja bisa sukses sekalipun di-DO, kenapa mesti pusing kalau kuliah tidak selesai?”

Boleh-boleh saja punya pandangan seperti itu. Asalkan punya otak seperti otak Steve Jobs dan Bill Gates serta punya penemuan yang memiliki nilai jual seperti yang kedua orang tersebut ciptakan.

Sudah jelas-jelas pendidikan adalah investasi yang akan memuluskan jalan menuju masa yang cerah. Misalnya, untuk mendapatkan karier yang diinginkan, ada syarat minimal pendidikan yang harus ditempuh. Bila tidak bisa memenuhinya, jangan harap akan lolos pada tahap selanjutnya.

Pendidikan juga menjamin berapa besarnya gaji yang akan kita terima. Semakin tinggi jenjang pendidikan dan banyaknya skill yang dimiliki, semakin tinggi pula gaji yang akan diterima. Saat menjalani pendidikan seperti kuliah, kita sering mengabaikannya. Salah satunya dengan cara bolos kuliah. Karena sering bolos kuliah, kita akan tertinggal pelajaran dan IPK terancam dapat nilai buruk. Kalau hal ini terus dilakukan, siap-siaplah untuk menjalani kehidupan masa tua yang melarat.

4.Masih Jauh dari Kata Cerdas dalam Menggunakan Kartu Kredit

Kartu kredit memang sengaja dibuat untuk mempermudah transaksi pembayaran. Namun, banyak juga orang yang tak kuasa menahan diri dalam menggunakan kartu kredit tanpa memerhatikan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya. Kartu kredit memang menjadi bagian dari gaya hidup orang-orang muda masa kini yang cenderung menyukai cashless.

Namun, kita jangan sampai salah memanfaatkan fungsinya. Kita juga pasti sudah tahu bahwa ada bunga yang dikenakan setiap kali melakukan pembayaran tagihan kartu kredit. Jika terlambat melakukan pembayaran, kita harus siap untuk membayar lebih pada bulan berikutnya. Apabila kita adalah salah satu orang yang memiliki kebiasaan di atas, mulai saat ini cobalah untuk menghindari perilaku-perilaku tersebut perlahan-lahan. Semua ini demi terwujudnya kehidupan masa tua yang diidam-idamkan.

Artikel ini dikutip dari kompas.com berjudul “Ingin Masa Tua Sejahtera Hindari 4 Perilaku Ini Saat Usia 20” 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *